Selasa, 28 April 2015

Kendaraan Pengguna Sirene & Lampu Rotator

 Tidak semua kendaraan bermotor bisa menggunakan sirene dan lampu rotator. Pemasangan sirene dan lampu rotator pada kendaraan bermotor telah diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menertibkan kendaraan bermotor yang menggunakan sirene dan lampu rotator tidak sesuai ketentuan. 

Sesuai Undang-undang No. 22 Tahun 2009 pasal 59 ayat (5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:
A. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;
B. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah; dan
C. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Jelas sudah dasar hukum mengenai penggunaan sirene dan lampu rotator yang dapat digunakan oleh kendaraan bermotor di jalan.

Terhadap pelanggar ketentuan tersebut dapat di kenakan ketentuan pidana sesuai dengan Pasal 287 Ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 ”Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah).” (TMC Polda Metro)


10 Kota Dengan Tingkat Sex Tertinggi di Pulau Jawa
Pernahkan anda membayangkan jika kota tempat tinggal anda adalah kota yang memiliki aktifitas sex yang cukup tinggi, dengan tingkat dunia malam yang memberikan kebebasan kepada para pemuja syahwat. beerikut ini daftar kota dengan tingkat sex tertinggi:
1.     Surabaya. Terkenal dengan beberapa lokalisasinya yang sekarang sudah menjadi lokalisasi terselubung.
2.     Jakarta. Kota Metropolitan dengan dunia hiburan malamnya
3.     Malang. Kota wisata dengan kesejukan pegunungannya. serta Villa yang bertebaran
4.     Yogyakarta. Kota pendidikan dengan kebebasan berinspirasi termasuk dunia bawahnya.
5.     Bandung. Kota kembang juga kota kembang desanya.
6.     Bogor. Kota hujan dengan Villa-villanya seperti kota malang.
7.     Semarang. Kota Pelajar dan kost-kostan yang terkenal bebas.
8.     Indramayu. Kota dengan penghasil wanita malamnya.
9.     Tangerang. Kota seribu Kontrakan seribu kebebasan walau hotelnya lumayan ketat dalam pengawasan
10.                       Serang. kota pantai dengan berbagai hotel dan penginapan




Minggu, 01 Februari 2015

Salah Kaprah Wanita Berkendara, Pilih Aman Bukan Nyaman!

Mengenderai sepeda motor sudah menjadi hal biasa bagi setiap orang saat ini. Tidak hanya laki-laki, kaum hawa pun banyak yang sudah mahir berkendara. Sayangnya tidak semua wanita tersebut memahami cara berkendara yang baik dan benar. Terutama yang berhubungan dengan keselamatan di jalan.Kelalaian yang dilakukan pengendara wanita ini dikarenakan kurangnya sosialisasi tentang safety riding di Indonesia. "Sosialisasi safety riding masih kurang, khususnya para ladies yang hanya sebagai followers, membeli sesuatu untuk berkendara berdasarkan kenyamanan bukan keamanan," ujar Sony Susmana selaku Ketua SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia). (Otomotifnet.com)1. Sepatu High HeelsIni adalah sepatu yang hak bagian belakangnya tinggi. Biasanya dipakai untuk bekerja. Cuma banyak juga yang menggunakannya buat berkendara. Padahal bagian alas yang meninggi dan biasanya keras berisiko bikin terpleset dari pijakan. Apalagi jika menggunakan motor bebek atau sport.Sebaiknya menggunakan sepatu beralaskan karet dan rata. Sehingga tidak licin dan pijakan nyaman, pengendara wanita khususnya harus benar-benar diperhatikan untuk menentukan sepatu yang baik dan benar. "Tentukan sepatu riding yang aman bukan sekadar nyaman, jangan pernah menyepelekan berkendara di jalan raya," tambah Sony.2. Helm Asal NemplokBiasanya dilakukan oleh wanita yang menggunakan hijab. Karena bentuk hijab yang besar membuat helm susah masuk. Akibatnya asal nemplok aja, bahkan talinya tidak diklik. Tentu tidak melindungi kepala dengan baik. "Untuk mengatasinya jangan menggunakan hijab yang rumit yang menggunakan jarum pentul, gunakan hijab yang simpel dan tidak besar tentu lebih nyaman," ujar Bintarto Agung, President Director IDDC (Indonesia Defensive Driving Center).3. Rok PanjangTerutama rok panjang dan lebar. Saat berkendara akan berkibar tertiup angin. Bisa terselip ke rantai atau jari-jari roda. Efeknya bisa mengancam nyawa penggunanya. "Sebaiknya gunakan celana panjang agar tidak membahayakan pengendara. Lebih simpel dan fungsional," lanjut Sony.4. Rok Mini dan Hot PantsTerlalu panjang berbahaya, terlalu pendek juga sama. Ini efeknya bukan terhadap diri sendiri, tetapi pengendara di sekitarnya. Efek yang ditimbulkan ketika berkendara memakai pakaian mini, mengganggu konsentrasi pengendara lain khususnya cowok. Juga melanggar sopan santun. "Segala sesuatu yang mengganggu konsentrasi berkendara dapat meningkatkan risiko kecelakaan yang fatal," kata Bintarto.5. Sarung Tangan/AksesoriSaat ini banyak wanita yang menggunakan sarung tangan yang menyatu dengan hand grip. Jadi berbahaya karena tangan tidak dapat bergerak bebas. Berbeda dengan sarung tangan biasa. Memang lebih praktis dan mudah tapi salah kaprah untuk berkendara."Rider itu harus pintar-pintar memilih aksesori, seperti sarung tangan harusnya yang leather jangan sintetis, apalagi yang menyatu dengan grip motor sebaiknya jangan digunakan," lanjut Bintarto mantan peslalom ini.6. Menggendong anak di depan saat berkendaraSebenarnya tidak hanya wanita, pria pun serig melakukannya. Ditambah lagi membawa barang belanjaan. Efeknya, pertama adalah angin, terlebih anak kecil yang daya tahan tubuh masih rentan dengan penyakit. Untuk keselamatan berkendara, dengan adanya anak kecil di depan otomatis pengendara tidak sebebas kalau tidak ada penumpang di depannya. Refleks berkurang dan antisipasi terhadap kecelakaan juga menurun. "Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, jadi harus lebih waspada,"Sumber : http://www.otomotifnet.com/ http://motor.otomotifnet.com/read/2015/02/01/355773/53/14/Salah-Kaprah-Wanita-Berkendara-Pilih-Aman-Bukan-Nyaman

Minggu, 11 Januari 2015

Kata-kata Bijak Islami

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

SAYIDINA ALI KARAMALLAHU WAJHA :
1. Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
2. Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
3. Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
4. Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.

Senin, 29 September 2014

Early Brake Next

“Early Brake” berarti anda melakukan pengereman atau melambatkan motor, lebih awal sejak anda mulai mendekati hazard dari kejauhan. Anda bergerak mendekati hazard dalam kecepatan yang lebih lambat dan jauh lebih terkontrol. Anda memanfaatkan waktu yang anda miliki untuk melihat jauh kedepan mencari potensi-potensi resiko dan mengambil keputusan yang lebih matang.
Kembali, contohnya saat anda mendekati sebuah lampu merah, sejak 200 meter dari lampu merah anda sudah mulai menurunkan kecepatan, anda perhatikan tingkat kepadatan kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah itu, anda perhatikan titik pengentian motor anda, perlahan-lahan anda arahkan motor dan posisikan diri anda, anda terus memperhatikan sekitar dengan lebih seksama dan lebih santai dan anda lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi disekitar lampu merah.
  1. Sejak anda mulai melambat di kejauhan, anda lebih punya waktu banyak untuk melakukan observasi terhadap hazard didepan.
  2. Karena lebih banyak waktu, anda menjadi lebih santai dan tidak tergesa-gesa mengambil tindakan.
  3. Dengan jarak yang cukup, anda punya ruangan yang cukup untuk memposisikan motor anda disekitar hazard secara aman.
  4. Karena anda bergerak lebih perlahaan ketika mendekati hazard maka anda lebih mudah di prediksi oleh kendaraan lain dan mereka akan menyesuaikan diri terhadap posisi anda dengan lebih mudah.
  5. Observasi lebih baik, pengambilan keputusan yang lebih baik, eksekusi dan handling lebih baik, waktu yang cukup, ruang yang lapang dan yang tidak kalah pentingnya, anda lebih rileks dan stress free!!!

Early Brake

Pengereman yang mendadak karena sudah terlalu dekat dengan tempat berhenti menciptakan beragam resiko-resiko baru yang sebenarnya tidak perlu dan tidak sebading dengan manfaat yang didapatkan. Coba fikirkan lagi, apa sih untungnya melakukan hal-hal seperti itu ? Apakah anda jadi lebih cepat ? Apakah anda jadi lebih aman ?
  1. Saat anda terlalu dekat dengan tempat dimana anda harusnya berhenti (contohnya di dekat lampu merah) lebih sedikit waktu dan ruang bagi anda untuk memposisikan motor dengan benar.
  2. Saat anda melakukan pengereman, karena jarak yang sudah terlalu dekat otomatis anda akan memberikan “pressure” yang ekstra kuat pada rem anda.
  3. Mendekati hazard (contohnya sebuah perempatan) dengan lebih cepat jelas saja ber-resiko lebih tinggi, karena yang mendekati hazard itu bukan hanya anda seorang dan sifat hazard itu sendiri yang memang cenderung mengancam keselamatan
  4. Saat anda sudah terlalu dekat dengan hazard, salah perhitungan sedikit saja bisa mengantar anda pada kecelakaan yang akan anda sesali untuk waktu yang lama. ( http://safetyridingcourse.com/ )

Jumat, 29 Agustus 2014

Safety Riding

Saya ambil dari situs saft7.com (lihat tips yang lain dari situs ini)

Kondisi seperti saat ini membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga.

Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi kendaraan ‘bebas macet’ dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis.

Namun sayang juga ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor, tetapi tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman. Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan sekencang-kencangnya, atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya juga orang lain disekitarnya.

Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan.

Mungkin disinilah perlunya kita ikut suatu klub motor. Apakah itu klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib.

Klub motor yang baik salah satunya adalah klub yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara.

Beberapa klub yang saya kenal, melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan.

Safety Riding ! Sama halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek.
Umumnya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal, dan lain-lain.

Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:

* Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.
* Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.
* Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm ‘catok’ dan sejenisnya.
* Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.

Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan:

-Teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi.

-Teknik “slalom” dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya dengan asumsi kendaraan sedang .

-Teknik berjalan di lintasan ala “bumpy-road” , teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.

-Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.

Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk peserta pelatihan Safety Riding.

Dari materi-materi seperti inilah diharapkan muncul niatan dari para pengendara untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan berkendara. Gampang-gampang susah, itu ternyata pendapat yang muncul di benak peserta setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan.
Dari sekian banyak poin yang dipelajari peserta semua memiliki arti masing-masing dengan kesimpulan bahwa keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Ya ! Semua dimulai dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil kursus singkat ini dapat dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara.

Buktikan bahwa kita mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak ugal-ugalan, patuh lalu-lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan serta memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan.

Safety is Everything bro !