Minggu, 11 Januari 2015

Kata-kata Bijak Islami

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

SAYIDINA ALI KARAMALLAHU WAJHA :
1. Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
2. Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
3. Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
4. Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.

Senin, 29 September 2014

Early Brake Next

“Early Brake” berarti anda melakukan pengereman atau melambatkan motor, lebih awal sejak anda mulai mendekati hazard dari kejauhan. Anda bergerak mendekati hazard dalam kecepatan yang lebih lambat dan jauh lebih terkontrol. Anda memanfaatkan waktu yang anda miliki untuk melihat jauh kedepan mencari potensi-potensi resiko dan mengambil keputusan yang lebih matang.
Kembali, contohnya saat anda mendekati sebuah lampu merah, sejak 200 meter dari lampu merah anda sudah mulai menurunkan kecepatan, anda perhatikan tingkat kepadatan kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah itu, anda perhatikan titik pengentian motor anda, perlahan-lahan anda arahkan motor dan posisikan diri anda, anda terus memperhatikan sekitar dengan lebih seksama dan lebih santai dan anda lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi disekitar lampu merah.
  1. Sejak anda mulai melambat di kejauhan, anda lebih punya waktu banyak untuk melakukan observasi terhadap hazard didepan.
  2. Karena lebih banyak waktu, anda menjadi lebih santai dan tidak tergesa-gesa mengambil tindakan.
  3. Dengan jarak yang cukup, anda punya ruangan yang cukup untuk memposisikan motor anda disekitar hazard secara aman.
  4. Karena anda bergerak lebih perlahaan ketika mendekati hazard maka anda lebih mudah di prediksi oleh kendaraan lain dan mereka akan menyesuaikan diri terhadap posisi anda dengan lebih mudah.
  5. Observasi lebih baik, pengambilan keputusan yang lebih baik, eksekusi dan handling lebih baik, waktu yang cukup, ruang yang lapang dan yang tidak kalah pentingnya, anda lebih rileks dan stress free!!!

Early Brake

Pengereman yang mendadak karena sudah terlalu dekat dengan tempat berhenti menciptakan beragam resiko-resiko baru yang sebenarnya tidak perlu dan tidak sebading dengan manfaat yang didapatkan. Coba fikirkan lagi, apa sih untungnya melakukan hal-hal seperti itu ? Apakah anda jadi lebih cepat ? Apakah anda jadi lebih aman ?
  1. Saat anda terlalu dekat dengan tempat dimana anda harusnya berhenti (contohnya di dekat lampu merah) lebih sedikit waktu dan ruang bagi anda untuk memposisikan motor dengan benar.
  2. Saat anda melakukan pengereman, karena jarak yang sudah terlalu dekat otomatis anda akan memberikan “pressure” yang ekstra kuat pada rem anda.
  3. Mendekati hazard (contohnya sebuah perempatan) dengan lebih cepat jelas saja ber-resiko lebih tinggi, karena yang mendekati hazard itu bukan hanya anda seorang dan sifat hazard itu sendiri yang memang cenderung mengancam keselamatan
  4. Saat anda sudah terlalu dekat dengan hazard, salah perhitungan sedikit saja bisa mengantar anda pada kecelakaan yang akan anda sesali untuk waktu yang lama. ( http://safetyridingcourse.com/ )

Jumat, 29 Agustus 2014

Safety Riding

Saya ambil dari situs saft7.com (lihat tips yang lain dari situs ini)

Kondisi seperti saat ini membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga.

Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi kendaraan ‘bebas macet’ dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis.

Namun sayang juga ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor, tetapi tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman. Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan sekencang-kencangnya, atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya juga orang lain disekitarnya.

Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan.

Mungkin disinilah perlunya kita ikut suatu klub motor. Apakah itu klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib.

Klub motor yang baik salah satunya adalah klub yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara.

Beberapa klub yang saya kenal, melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan.

Safety Riding ! Sama halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek.
Umumnya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal, dan lain-lain.

Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:

* Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.
* Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.
* Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm ‘catok’ dan sejenisnya.
* Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.

Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan:

-Teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi.

-Teknik “slalom” dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya dengan asumsi kendaraan sedang .

-Teknik berjalan di lintasan ala “bumpy-road” , teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.

-Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.

Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk peserta pelatihan Safety Riding.

Dari materi-materi seperti inilah diharapkan muncul niatan dari para pengendara untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan berkendara. Gampang-gampang susah, itu ternyata pendapat yang muncul di benak peserta setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan.
Dari sekian banyak poin yang dipelajari peserta semua memiliki arti masing-masing dengan kesimpulan bahwa keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Ya ! Semua dimulai dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil kursus singkat ini dapat dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara.

Buktikan bahwa kita mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak ugal-ugalan, patuh lalu-lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan serta memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan.

Safety is Everything bro !

Operasi Sirine dan Rotator Signal



Jakarta - Pemakai jalan raya kini tidak bisa seenaknya memasang sirene dan rotator lampu signal di kendaraannya. Polda Metro Jaya telah menggelar operasi larangan penggunaan dua perangkat itu.

Hingga Senin (14/5/2007) pukul 12.00 WIB, 4 kendaraan sudah ditilang polisi lalu lintas Polda Metro Jaya. Kendaraan-kendaraan itu dianggap melanggar pasal 72 PP 44/1009 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan.

"Dua di antaranya kendaraan pribadi," kata Kasub Direktorat Penegakan Hukum Polda Metro AKBP Tomex Kurniawan saat dihubungi wartawan.

Setelah ditilang, lanjut Tomex, pemilik kendaraan itu diberi waktu satu minggu untuk melakukan perbaikan. Bila setelah seminggu kondisi kendaraan masih sama, perangkat-perangkat itu akan langsung dibongkar petugas.

Selain di wilayah DKI Jakarta, penertiban juga akan dilakukan di Tangerang, Bekasi dan Depok. Prioritas jalan di Jakarta yang ditertibakan antara lain Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Gatot Subroto.

"Penertiban ini akan terus dilakukan sampai masyarakat tertib," tandas Tomex.

Sumber : Chazizah Gusnita - detikcom

Senin, 13 Februari 2012

my think

Jauhkan aku dari manusia yg tidak mau menyatakan kebenaran kecuali jika ia berniat menyakiti hati, dan dari manusia yang bersikap baik tapi berniat buruk, dan dari manusia yang mendapatkan penghargaan dengan jalan memperlihatkan kesalahan orang lain...